Info Wisata dan Tour Asia Pasifik

Budaya Islam dan Melayu di Brunei

Post

agama Islam di BruneiSebagian besar masyarakat Brunei Darussalam menganut agama islam, negara yang terletak antara Kalimantan dan negara Malaysia ini hanya didiami 370,000 orang, dan hampir 70% rakyatnya beragama islam. Menurut sejarah, brunei sangat berperan dalam penyebaran agama islam di dunia, khususnya daerah asia. Saking seriusnya dalam penyebaraan islam saat itu, Brunei Darussalam menjalankan pemerintahannya berdasarkan hukum syariah baik dalam pemerintahan maupun perundang-undangan, tidak hanya itu banyak lembaga-lembaga yang didirikan untuk pusat kajian pembelajaran islam.

Keseriusannya menyebarkan islam ke dunia terbukti dari keaktifannya mengikuti berbagai forum resmi baik dalam islam maupun internasional. Setelah diakui negara merdeka, brunei memakai konsep islam sebagai falsafah negara yaitu konsep “Melayu Islam Beraja”. Karena itulah brunei dijuluki negara islam tertua di asia tenggara.

Pada tahun 997 agama islam mulai diperkenalkan di Brunei Darussalam melalui jalur timur asia tenggara oleh pedagang Cina. Butuh waktu 500 tahun untuk mengembangkan islam di brunei, sehingga pada saat kepemimpinan Raja Awang Alak Betatar barulah Brunei meresmikan agama wajib untuk negara Brunei adalah agama islam.

Perkembangan pesat islam di Brunei baru dimulai saat kepempinan pada sultan yang ke- 3, pada saat Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, banyak ahli agama yang berpindah ke Brunei dan menetap ke Brunei, karena masuknya para ahli agama, maka dari itulah perkembangan budaya islam semakin menyebar luas kebeberapa pelosok Brunei termasuk dalam Kalimantan dan Filiphina.

Agama islam di Brunei dijadikan budaya pada setiap proses negara tersebut, undang- undang Brunei, pemerintahan, sistem keuangan negara, semua berjalan menurut hukum islam pada saat itu, untuk pemimpin negaranyapun diwajibkan orang-orang yang sangat lekat dengan budaya islam.

Semangat budaya islam bisa kita lihat dari hari-hari besar islam, seperti Maulid nabi, Nuzulul qur’an, Isra mi’raj. Pada hari hari besar tersebut semua masyarakat brunei merakannya sebagai hari besar negara, pegawai dan karyawan di bruneipun diwajibkan mengikuti perayaan tersebut.

Karena terlalu melekatnya budaya islam di Brunei, pemimpin dan masyarakat Brunei cemas akan budaya budaya asing yang akan memasuki negara Brunei, maka pemimpin Brunei mengambil sikap akan masuknya budaya asing, cara pemimpin Brunei membentengi masuknya budaya asing ialah dengan berdakwah dan mendokrtrin masyarakat agar tetap berjalan pada hukum islam, oleh karena itulah Brunei termasuk negara kecil yang tertutup akan kebudayaan luar.

Tidak hanya itu, budaya islam di Brunei sangat mementingkan kemiskinan, anak-anak yatim dan orang cacat, sehingga anak yatim dan orang cacat mendapatkan tanggungan dari negara, dari sekolah sampai biaya pengobatan. Negara dengan budaya islam seperti Brunei sangat mendidik dan mempunyai komitmen kuat atas agama yang dianut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>